* SELAMAT DATANG DI SEKAWAN SERVIS ELECTRONIC * SERVIS:TV,COMPUTER,DVC,Ampli fier dll. * Spesialis Kulkas,AC Rumah, AC mobil dan Mesin Cuci. * Alamat: Taraman Sidoharjo Sragen *

SEK4W4N SERVIS ELECTRONIC

Mikroprosesor adalah komponen digital yang dapat diprogram untuk menirukan seluruh fungsi Logika, Aritmetika dan Memori yang tadinya hanya dapat difungsikan satu persatu oleh IC digital biasa.

Disini digunakan Mikroprosesor 8088 sebagai acuan untuk mempelajari Mikroprosesor mengingat kompatibilitas (keserba-cocokan) dengan komputer-komputer saat ini pada umumnya (umumnya orang memakai jenis PC IBM kompatibel)

Fungsi Masing-masing pin :

1. AD0..AD7 : pin yang memultipleks fungsi Address output dan Data input/output, mula-mula pin ini akan berfungsi sebagai Address output kemudian satu clock berikutnya akan berubah fungsi menjadi Data input/output.
 
2. A8..A19 : pin yang berfungsi sebagai Address output untuk bit ke 8 sampai bit ke 19 (bit ke 0 sampai bit ke 7 dimultipleks bersama Data input/output)

3. ALE : = Address Latch Enable, pin ini berfungsi untuk membantu IC pendukung melakukan pemisahan Address output yang dihasilkan oleh Mikroprosesor, pada saat AD0..AD7 berfungsi sebagai A0..A7, ALE = 1

4. DEN : = Data Enable, pin ini berfungsi untuk membantu IC pendukung melakukan pemisahan Data input/output yang dihasilkan oleh Mikroprosesor, pada saat AD0..AD7 berfungsi sebagai D0..D7, DEN = 0
Dalam system minimum (rangkaian yang memakai sedikit IC pendukung) DEN tidak perlu dimanfaatkan.

5. DT/R : = Data Transmitting or Receiving, pin ini berfungsi untuk membantu IC pendukung mengetahui Mikroprosesor sedang melakukan proses kirim/ambil data saat Mikroprosesor sedang melakukan proses kirim data, DT/R = 1
Dalam system minimum (rangkaian yang memakai sedikit IC pendukung) DT/R tidak perlu dimanfaatkan.

6. IO/M : = Input/Output process or Memory, pin ini berfungsi untuk membantu IC pendukung mengetahui Mikroprosesor sedang melakukan proses kirim/ambil data dari peralatan I/O atau tidak, saat Mikroprosesor sedang melakukan proses kirim data, IO/M = 1

7. INTR : = Interrupt, pin ini berfungsi untuk mengaktifkan program interupsi, pin ini dapat dipasifkan (di non-aktifkan dengan perintah tertentu pada program utama), pin ini aktif bila diberi input 1

8. NMI : = Non MaskableInterrupt, pin ini berfungsi untuk mengaktifkan program interupsi, pin ini tidak dapat dipasifkan (tidak dapat di non-aktifkan), pin ini aktif bila diberi input 1

9. INA : disebut juga dengan INTA = Interupt Acknowledge, bila terjadi Interupsi pada program utama maka INTA = 1

10. HOLD : pin ini aktif bila diberi input 1, fungsinya adalah untuk membuat Mikroprosesor meng-ambang-kan/kondisi floating pada semua pin Data dan Address

11. HLDA : = HOLD indicator, pin ini digunakan sebagai indikator aktif/non-aktifnya HOLD, saat HOLD aktif, HLDA = 1.

12. MN/MX : = Minimum or maximum, bila pin ini diberi input 1 maka Mikroprosesor siap digunakan untuk beroperasi pada rangkaian minimum, dan bila pin ini diberi input 0 maka Mikroprosesor siap digunakan untuk beroperasi pada rangkaian maximum (rangkaian dengan banyak IC pendukung dan boleh ditambah dengan IC math-co-processor yang dapat mempercepat proses penghitungan).

13. SSO : = Status Line Output, pin ini bersamaan dengan pin IO/M dan DT/R menciptakan suatu status sbb: (interrupt acknowledge, read I/O port, write I/O port, halt, code Access, read memory, write memory dan passive) ke delapan status ini ditunjukkan dengan kombinasi bit-bit dari ke tiga pin tersebut yang bila digambarkan dengan table adalah sbb:

14. TEST : Salah satu instruksi dalam Assembler yaitu instruksi WAIT hanya akan berfungsi bila pin TEST ini diberi input 1, bila pin TEST ini tidak diberi input 1 maka instruksi WAIT dianggap tidak ada. Fungsi instruksi wait adalah membuat 8088 berada dalam keadaan “Stand By”/Idle Mode sampai pin TEST mendapat input 0
Dalam system minimum fasilitas ini jarang dimanfaatkan.

15. READY : pin ini aktif 0, bila aktif (diberi input 0) maka Mikroprosesor menunda pelaksanaan instruksi berikutnya, pin ini untuk dihubungkan dengan pin “Ready Output” yang biasanya ada pada peralatan-peralatan yang hanya mampu bekerja dengan kecepatan rendah, peralatan-peralatan berkecepatan rendah tersebut menghasilkan output 0 pada Ready Output pada saat mereka masih bekerja sehingga membuat Mikroprosesor menunda pelaksanaan instruksi berikutnya sampai peralatan tersebut selesai bekerja, jadi setelah selesai bekerja peralatan berkecepatan rendah tersebut akan menghasilkan 1 pada Ready Outputnya.
Dengan makin canggihnya peralatan-peralatan pendukung Mikroprosesor yang ada saat ini fasilitas READY ini jarang dimanfaatkan

16. RESET : pin ini aktif 1, setelah pin ini diberi satu (cukup sesaat saja) maka Mikroprosesor akan mengulang pembacaan program dari awal kembali.
17. CLK : = Clock input, tempat masuknya sinyal clock, dimana kecepatan sinyal clock menentukan pula kecepatan pembacaan setiap baris programnya.

18. RD : = Read Enable, pin ini akan menghasilkan 0 bila Mikroprosesor membaca data

19. WR : = Write Enable, pin ini akan menghasilkan 0 bila Mikroprosesor menuliskan/mengirimkan data

0 komentar: