* SELAMAT DATANG DI SEKAWAN SERVIS ELECTRONIC * SERVIS:TV,COMPUTER,DVC,Ampli fier dll. * Spesialis Kulkas,AC Rumah, AC mobil dan Mesin Cuci. * Alamat: Taraman Sidoharjo Sragen *

SEK4W4N SERVIS ELECTRONIC

Dalam blok skema rangkaian televisi terdapat AFT (Automatic Fine Tune), berfungsi untuk mengunci channel/gelombang yang tertala/tertangkap oleh tuner. Sebelum lebih jauh mengulas tentang AFT, pada tuner TV terdapat pin VT, yaitu pin yang berfungsi sebagai pin masukan untuk tegangan kontrol tuning (untuk menggeser frekuensi tuning/talaan). Juga terdapat pin AFT yang berfungsi untuk menggeser “sedikit” (naik atau turun) terhadap frekuensi yang ditala oleh pin VT.
Untuk membatasi topik, AFT yang akan diulas di sini adalah AFT yang terdapat pada sistem Video IF dan hubungannya dengan IC program TV. Bukan pin AFT yang terdapat pada tuner.

KERUSAKAN TV YANG BERHUBUNGAN DENGAN AFT

Beberapa kerusakan yang diakibatkan oleh bagian AFT yang tidak normal antara lain :
  1. Channel/gelombang yang tertala bergeser sendiri secara perlahan (bukan berpindah channel memory) dimulai dengan hilangnya gambar/suara atau sebaliknya. Kerusakan yang sama juga dapat disebabkan oleh tuner yang tidak normal/rusak (pin AFT tuner terganggu atau tuner itu sendiri).
  2. Channel/gelombang yang tertala tidak bisa dimemory/disimpan, karena channel selalu bergeser (drifted).
  3. Ketika Auto Search tidak bisa berhenti sendiri/berganti nomor channel ketika mendapatkan sinyal TV (jalan teruuus) dan tidak bisa disimpan. Kerusakan yang sama juga dapat disebabkan oleh IC program yang tidak normal, tetapi kasus ini jarang sekali ditemui.
  4. Tidak sesuainya pertemuan hasil VIF dan SIF yaitu suara dan gambar, misalnya gambar bagus tapi suara hilang atau sebaliknya.

Cara kerja AFT mirip dengan cara kerja osilator PLL (phase locked loop), banyak sekali referensi yang mengulas tentang PLL, jadi penulis tidak menerangkan masalah PLL disini. Ilustrasi cara kerja beserta keterangannya di bawah ini :


  1. IC program mengeset atau mengontrol tegangan VT untuk menala tuner pada frekuensi/channel tertentu.
  2. Setelah tuner menerima frekuensi pancaran dari pemancar TV, tuner menghasilkan frekuensi IF (intermediate frequency) yang langsung diumpankan ke ke input rangkaian Video IF melalui SAW filter. Umumnya frekuensi IF out dari tuner sebesar 38,9MHz.
  3. IF yang diterima kemudian diproses untuk diurai menjadi output video oleh rangkaian Video IF (VIF). Output video hasil proses tersebut didalamnya masih membawa frekuensi signal audio. Untuk menghasilkan audio/sound dalam sinyal video tersebut digunakan rangkaian Sound IF (frekuensi IF untuk suara tergantung dari jenis formatnya, untuk sistem BG menggunakan 5,5MHz). Karena sinyal video hasil pemrosesan VIF didalamnya masih terdapat “suara”, maka sebelum dimasukkan ke rangkaian penguat video berikutnya (chroma/jungle) sinyal video tersebut harus difilter terlebih dahulu untuk menghilangkan/menekan “suara” yang dibawa. Umumnya menggunakan filter yang terdiri dari ceramic filter (CF) dan induktor/lilitan.
  4. Fungsi dari AFT out dari rangkaian VIF adalah untuk “memberitahu” kepada IC program tentang adanya sinyal yang tertangkap. Jika tegangan dari AFT out telah sesuai dengan yang diharapkan oleh IC program, IC program akan berhenti untuk mencari gelombang/channel secara otomatis.
  5. Selain digunakan untuk “pemberitahu”, AFT OUT juga digunakan sebagai pintu untuk menyensor pergerakan/pergeseran frekuensi yang ditala oleh tuner oleh IC program.
  6. Jika IC program mendeteksi adanya pergeseran, secara otomatis IC program akan berusaha untuk “mengembalikan” frekuensi ke frekuensi semula dengan mengubah tegangan VT (menaik-turunkan tegangan VT).

ADJUSMENT (PENYETELAN)

Karena fungsi dan cara kerja untuk beberapa merk TV sebagian besar sama, maka penulis hanya akan mengulas cara setting untuk AFT/VIF yang menggunakan IC dengan type TA8690AN dan TDA8360/1/2 karena setahu penulis IC tipe tersebut banyak digunakan.
Sebelum proses penyetelan, diharapkan semua komponen sudah dicek mulai dari tegangan 33V (harus betul2 stabil dan bersih dari ripple), rangkaian VT mulai dari pin/kaki VT IC program hingga kaki VT tuner, dan sensor AFT dari pin/kaki AFT IC program ke ic Chroma. Termasuk PCB dan kotoran/debu yang dapat mengganggu sinyal listrik. Karena kerusakan AFT sangat jarang disebabkan oleh tidak normalnya trafo IF. Jadi setting VIF/trafo IF hanya merupakan “jalan terakhir”.

SETTING AFT TA8690AN

Pin AFT out pada IC type ini pada pin nomor 48. Ketika ada sinyal yang tertala, pin ini mengeluarkan tegangan AFT. Sebagai referensi, penulis menggunakan sasis kepunyaan TV merk Goldstar (GS8334-03).

Langkah-langkahnya :


  1. Ubah/modifikasi rangkaian seperti pada skema di atas (kanan), skema yang kiri merupakan skema asli pada umumnya.
  2. Colokkan antenna, hidupkan tv, kemudian cari gelombang dengan memutar-mutar potensio (dengan hati-hati).
  3. Tes tegangan yang keluar dari pin AFT out (pin48), tegangan pada pin tersebut akan mengikuti/menandai adanya sinyal/gelombang yang diterima. Jika tegangan pada pin tersebut tidak bisa berubah berdasarkan channel/gelombang, kemungkinan IC atau trafo IF bermasalah.
  4. Jika sudah menerima siaran, turunkan AGC hingga gambar yang ditampilkan sedikit “bersemut” tetapi warna masih ada. Cara menurunkan AGC dengan memutar trimpot AGC.
  5. Dengan jarum multitester masih terhubung dengan pin 48, set/adjust trafo IF (PIF tank yang terhubung dengan pin 45 dan 46) dengan hati-hati sambil mengamati jarum multitester, adjust hingga mendapatkan tegangan AFT yang TERTINGGI dengan gambar dan suara yang terjelas. Trafo AFT tank pada pin 47 dibiarkan terlebih dahulu.
  6. Lepas potensio tuning dan kembalikan lagi skema seperti sebelumnya. Lanjutkan dengan proses Auto Search. Jika sudah normal, berarti sudah cukup sampai disini (lanjutkan dengan menaikkan AGC kembali).
  7. Jika belum normal, kembalikan tuning dengan menggunakan potensio dan tala pada gelombang tertentu.
  8. Tes tegangan AFT pada pin 48, set trafo AFT tank hingga didapatkan tegangan kira-kira 3 / 4 dari tegangan tertinggi (misalnya tegangan tertinggi=6,4V maka set pada tegangan sekitar 4,5V). Untuk referensi, tegangan AFT pada TV goldstar sebesar 3,2V.
  9. Lepas potensio tuning, kembalikan rangkaian seperti normalnya, lanjutkan dengan proses Auto Search. Dengan peralatan minimal, Anda bisa coba-coba dengan menggeser/menset secara hati-hati trafo AFT tank hingga proses Auto Search dapat berjalan normal (nomor channel dapat berganti otomatis berdasarkan siaran yang diterima). Kalau perlu, proses Auto Search dan set trafo AFT tank bisa diulang-ulang.
  10. Jika sudah beres, jangan lupa mengeset lagi AGCnya.

SETTING AFT TDA8360/1/2

Pada TDA8360/1/2 sensor yang dipakai adalah pin AFC output (pin 44) dan pin Video Identification output (pin4). Cara kerja pin AFC output sama dengan pin AFT output pada TA8690AN dan cara kerja pin 4 yaitu untuk mendeteksi adanya sinyal video, jika ada sinyal video pin 4 bertegangan tertentu (logik Hi) dan sebaliknya.
Sedangkan langkah-langkah settingnya tidak jauh berbeda dengan TA8690AN, perbedaannya, Anda harus mengeset tegangan pin AFC (pin 44) pada tegangan normalnya (6V) dan tegangan pada pin 4 pada level tinggi (ada video yang terdeteksi).

CATATAN

Pada tuner yang sudah menggunakan pin SDA dan SCL untuk kontrol tuning/frekuensi, TIDAK memerlukan sistem AFT karena tuner yang dimaksud sudah menggunakan sistem PLL (sudah mempunyai frekuensi referensi sendiri dan sulit sekali bergeser frekuensinya). Karena sistem yang digunakan PLL, Anda tidak perlu mengeset/memprogram ulang channel jika ada penggantian tuner.

Penulis 2009

17 SEPTEMBER 2009

MEMPROGRAM/MENGEFLASH MPEG DVD MEDIATEK MT1389
BAGIAN IV MENGUPAS FIRMWARE MT1389



Dalam satu file binnary/firmware hasil download/membaca dari mpeg dapat dipecah dalam beberapa bagian. Contoh bagian-bagian dari firmware adalah bagian code/program dan data. Untuk membatasi topik/tema, penulis hanya mengulas tentang data logo, data/tabel remote key dan data/tabel keyboard atau tombol panel.

PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
  1. Software/program MTKRemaker. Anda bisa mendownloadnya pada link berikut :http://personal.inet.fi/cool/mediatek/programs/mtkremaker/MTKReMaker023b6.zip
  2. Software MTKMPEGTool. Anda bisa mendownloadnya pada link berikut :http://personal.inet.fi/cool/mediatek/programs/mtkmpegtool/MTKMpegTool01b1.rar
  3. Software HEX editor, penulis menggunakan software XVI32 HEX Viewer.
  4. Notepad atau teks editor.
Software MTKRemaker digunakan untuk mengedit file binnary/firmware, MTKMPEG tool digunakan untuk mengkonversi file gambar (BMP, JPG, dll) ke dalam format MPG. Sedangkan software HEX Editor, digunakan untuk mengedit file tabel data remote atau tabel VFD key.

MENGEDIT LOGO

Gambar 1: logo sebelumnya.

Gambar 2: logo setelah diganti.

Langkah-langkahnya :
  1. Buat backup dulu file yang akan diedit (dikopi). File kopian/backup tersebut yang nantinya akan diedit
  2. Jalankan program MTKRemaker. Buka file kopian/backup tersebut. Klik pada data part – skin – MPEG 0 (jelasnya lihat gambar 3)
  3. Klik kanan pada gambar pilih Save Image, simpan dengan nama file logo.bmp pada folder program MTKMPEGtool.
  4. Silahkan edit file gambar tersebut, pertahankan UKURANNYA SAMA (dalam byte) dengan aslinya. Simpan dengan format JPG (jangan JPEG2000) menjadi logo.jpg.
  5. Buat file teks (dengan notepad) ketik baris berikut : jpeg2yuv.exe -Ip -L0 -n1 -v0 -f25 -j logo.jpg | mpeg2enc.exe -f3 -n p -b 1000 -a 1 -v 0 -o logo.mpg(jelasnya lihat gambar 4). Kemudian simpan file dengan nama CONVERT.BAT pada folder yang sama dengan file logo. File convert.bat, mpeg2enc.exe, jpeg2yuv.exe dan logo.jpg HARUS berada dalam folder yang sama.
  6. Jalankan file convert.bat untuk mengkonversi file logo.jpg menjadi logo.mpg
  7. Kembali ke MTKRemaker, klik kanan pada list MPEG 0, klik Replace. Isi/buka file logo.mpg klik Open.
  8. Simpan file firmware, setelah tersimpan, tuliskan/upgradekan ke MPEG board (langkah-langkahnya pada bagian 3).

Gambar 3: edit logo.

Gambar 4 : convert.bat

MENGGANTI TABEL REMOTE

Langkah-langkahnya :
  1. Buat backup dulu file yang akan diedit (dikopi). File kopian/backup tersebut yang nantinya akan diedit.
  2. Jalankan program MTKRemaker. Buka file kopian/backup tersebut. Pada list, cari item yang bernama RC_RemoteTab (biasanya di dalam Code). Klik kanan item tersebut pilih Save, simpan dengan nama remote.bin
  3. Backup file remote.bin terlebih dahulu.
  4. Buka file remote.bin tersebut dengan program HEX Editor, edit tombol dengan cara mengedit angka-angka yang tersedia (dalam heksadesimal). Jangan menambahkan atau mengurangi panjang/ukuran file. Karena bilangan kode remote belum diketahui, maka untuk mencocokkan remote hanya dengan coba-coba....???
  5. Setelah selesai diedit, simpan file remote.bin. Jumlah Byte atau ukuran file sebelum dan sesudah diedit HARUS sama.
  6. Kembali ke MTKRemaker. Klik kanan pada item RC_RemoteTab pilih Replace, buka/isi dengan file remote.bin yang telah diedit.
  7. Simpan file firmware, setelah tersimpan, tuliskan/upgradekan ke MPEG board (langkah-langkahnya pada bagian 3).

Gambar 5: RC_RemoteTab

Gambar 6: edit remote hex

MENGEDIT TABEL VFD KEY

Caranya sama dengan mengedit tabel remote, perbedaannya hanya pada item VFD_ButtonTab. Nama file untuk menyimpan tabel sebaiknya dinamakan key.bin.


Gambar 7: edit button

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MaBreaker yang telah melakukan penelitian, membuat dan menyediakan resource guna penulisan artikel ini.

PENUTUP

Tulisan ini hanya bersifat ulasan untuk pengembangan diri dan tidak menganjurkan kepada siapapun untuk meng-crack firmware DVD, karena mungkin Firmware yang terdapat pada produk DVD dilindungi oleh undang-undang. Segala resiko ditanggung sendiri. Terima kasih.

2009 Penulis
MEMPROGRAM/MENGEFLASH MPEG DVD MEDIATEK MT1389
BAGIAN III


PEMROGRAMAN


LOKASI PIN/PORT PEMROGAMAN PADA MPEG BOARD

Anda bisa mencari pin/konektor pada MPEG board dengan pin terdiri dari GND, TX, RX, dan GND (biasanya pada sisi belakang PCB). Kadangkala ada juga MPEG Mediatek yang tidak terdapat keterangan nama pin (hanya terdiri dari pin-pin kosong atau pin-pin TP). Jika Anda menemukan MPEG Mediatek yang berjenis ini, untuk pin TX dan RX dapat ditemukan dengan mengurut jalur dari IC pin 106=RXD, 107=TXD pada IC MT1389 256 pin/kaki.


PERALATAN PENGGANTI

Peralatan-peralatan tersebut sudah pernah penulis pakai dengan hasil yang cukup memuaskan. Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini banyak ditemukan komputer yang tidak memakai/memfasilitasi dengan interface COM, yang ada hanya USB. Untuk itu, penulis saat ini menggunakan kabel modem untuk HP nokia dengan type DKU-5 buatan china/prolific. Kabel tersebut murni USB to RS-232 converter dengan output LogicLevel, jadi tidak perlu menggunakan RS-232 to LogicLevel converter (ouputnya dapat langsung dikoneksikan ke MPEG secara langsung). Pemasangannya pun lebih mudah, tinggal install drivernya, set nomor COMnya, konekkan ke MPEG dan colokkan ke USB.
Kabel tersebut banyak di jual di konter-konter servis HP atau toko-toko peralatan hape dan komputer. Penulis membeli kabel DKU-5 yang murah/biasa seharga Rp 35.000. Kalau harga kabel DKU-5 yang asli atau kualitas bagus, bisa mencapai ratusan ribu rupiah.


KONEKSI PERALATAN



Jika Anda menggunakan salah satu interface RS-232 to LogicLevel seperti skema yang diulas pada bagian 2 dengan cara menghubungkan konektor DB9F ke konektor COM1 yang tersedia di komputer. Jika komputer tidak tersedia interface COM, Anda bisa menghubungkan input DB9F ke output USB to RS-232 converter terlebih dahulu, kemudian input USB to RS-232 dicolokkan ke USB yang bebas/kosong. Sedangkan koneksi ke-MPEG-nya disesuaikan dengan skema.

Jika Anda menggunakan RS-232 to LogicLevel yang dipakai untuk mengisi ringtone HP tipe lama :
  • Potong kabel output, biasanya terdiri dari 3 kabel yang masing-masing berwarna Hitam, Putih dan Biru.
  • Hubungkan/solder kabel Putih ke pin RX/RXD pada MPEG board dan hubungkan/solder kabel Biru ke pin TX/TXD pada MPEG board.
  • Hubungkan kabel Hitam ke pin GND pada MPEG Board.
  • Colokkan input interface (DB9F) ke COM komputer yang bebas.
Jika Anda menggunakan kabel modem DKU-5 :
  • Potong kabel output, kabel tersebut berisi 6 kabel yang masing-masing berwarna Putih, Biru, Oranye, Hijau, Hitam dan Merah.
  • Hubungkan/solder kabel Putih ke pin RX/RXD pada MPEG board dan hubungkan/solder kabel Biru ke pin TX/TXD pada MPEG board.
  • Hubungkan kabel Hitam ke pin GND pada MPEG Board.
  • Kabel yang lainnya tidak digunakan.
Konekkan power supply 5V sesuai pada MPEG yang akan diprogram/diflash. Jika pada MPEG board ada konektor power +12V dan -12V, tidak usah digunakan/tidak diberi supply. Hanya 5V (digital/utama) saja yang diberi supply tegangan.


Untuk lebih jelasnya, lihat gambar/ilustrasi berikut :


Gambar 1: atas: kabel RS-232 to LogicLevel converter untuk mengisi ringtone HP tipe lama (M35/NOK3315), bawah: kabel USB to RS-232 converter.



Gambar 2: close up koneksi kabel.



Gambar 3: koneksi yang dipakai penulis sampai sekarang, menggunakan DKU-5.


MULAI MEMPROGRAM

Setelah semua koneksi sudah dikoreksi ulang, sekarang saatnya menjalankan program untuk mengeflash. Sebelumnya, hidupkan MPEG board dengan memberi supply 5V kemudian jalankan aplikasi MTKtool.exe (link download ada pada bagian 2), jika COM dan koneksi telah diset dengan benar, akan muncul jendela aplikasi MTKTool seperti berikut:




Penjelasan fungsi menu/tombol sebagai berikut:
  1. Menu Port, digunakan untuk memilih port yang dipakai untuk memprogram.
  2. Menu BaudRate digunakan untuk memilih BaudRate (kecepatan) port.
  3. Menu Window, terdiri dari : Cascade = menampilkan semua windows; Bridge = klik menu ini jika menggunakan bridge/USB to RS-232 converter (bukan DKU-5); Partial Erase = klik/contreng menu ini jika ingin menghapus/memprogram alamat memori tertentu; Auto Set Flash Baud Rate = klik/contreng menu ini untuk mensetting program supaya mengeset kecepatan baudrate secara otomatis; Flash Upgrade = menampilkan window upgrade.
  4. Kotak ‘load bin file’ digunakan untuk menentukan nama file yg akan diprogramkan ke flash EEPROM (MPEG). Klik Browse dikanan kotak tersebut untuk membuka file.
  5. Kotak ‘backup file’ digunakan untuk menentukan nama file hasil pembacaan dari flas EEPROM (MPEG). Klik Browse dikanan kotak tersebut untuk melokasikan (Save As) file hasil pembacaan/backup.
  6. CheckBox Verify, contreng kotak ini untuk memverify ulang secara otomatis ketika penulisan program (writing).
  7. High Speed, contreng kotak ini jika ingin mode High Speed (hardware harus mendukung).
  8. USB to UART Bridge Controller, contreng kotak ini jika menggunakan USB to RS-232 converter (DKU-5 dan COM langsung jangan dicontreng).
BACKUP/BACA DATA FLASH EEPROM (FIRMWARE)

Dalam urusan pemrograman/flashing, backup data adalah langkah yang harus dilaksanakan, tujuannya untuk mengecek apakah koneksi sudah sesuai/cocok sekaligus untuk menyimpan file hasil bacaan dari flash EEPROM yang terdapat MPEG (membaca firmware). Sedangkan langkahnya :
  1. Isikan nama file pada kotak ‘backup file’ untuk file hasil backup. Nama file sebaiknya diisi dengan nomor desain/sasis/PCB pada MPEG (misalnya AL1389E-2AL-1.bin), tujuannya adalah untuk mempermudah mencari firmware ketika dibutuhkan. Karena firmware desain/sasis/PCB yang berbeda mempunyai firmware yang berbeda pula. Secara default, lokasi file terdapat pada folder dimana aplikasi MTKTool terinstal.
  2. Klik tombol Backup. Jika proses backup berjalan sukses, tampilannya seperti pada gambar (tergantung setting).
  3. Jika berjalan sukses (s/d 100%), ulangi proses backup dengan nama file backup yang berbeda (misalnya AL1389E-2AL-2.bin).
  4. Sekarang bandingkan file pertama dengan file kedua dengan menggunakan program FC.exe (FileCompare bawaan windows) dengan perintah :
    - masuk dulu ke CommandPrompt, klik start–run-ketik cmd – OK
    - pada prompt dibelakang tanda ‘>’ ketik FC /b nama_file_pertama nama_file_kedua
    - nama file pada perintah FC tersebut termasuk dengan nama foldernya. Contoh :
    FC /b D:\dvd\mtk\AL1389E-2AL-1.bin D:\dvd\mtk\AL1389E-2AL-2.bin
  5. Jika kedua file tersebut cocok/sama, silahkan simpan/diarsipkan untuk menambah koleksi bin/firmware karena sewaktu-waktu bisa diprogramkan pada MPEG yang mempunyai nomor sasis/desain/PCB yang sama.


Gambar : proses backup/pembacaan yang berjalan mulus.


FLASH UPGRADE/MEMPROGRAM

Sebelum mengeflash sebuah MPEG DVD, sebaiknya backup dulu firmware pada MPEG yang akan diprogram!!!
  1. Isikan nama file pada kotak ‘load bin file’, jika ragu/tidak hapal lokasi/nama filenya, gunakan tombol browse dikanan kotak tersebut untuk mencari.
  2. Klik tombol Check Sum, catat check sum yang ditampilkan pada kotak LOG.
  3. Pastikan check box Verify tercontreng.
  4. Klik tombol Upgrade. Jika proses upgrade berjalan sukses, lihat apakah check sum file (lihat LOG pada baris terakhir) apakah sama dengan chek sum yang sudah dicatat sebelumnya. Jika tidak sama, ulangi langkah upgrade.
  5. Reset MPEG dengan mematikan power supply MPEG kemudian hidupkan lagi. Lihat apakah MPEG dapat bekerja dengan normal.


Gambar : proses upgrade 100%


CATATAN
  • Kabel DKU-5 yang penulis pakai menggunakan driver Prolific dengan seri PL2303HXA. Jika Anda menggunakan kabel DKU-5 yang asli Nokia drivernya memakai driver DKU-5 dari CD bawaan kabelnya (driver aslinya).
  • Silahkan bereksperimen. Jika ada permasalahan/kesulitan, mohon memberi informasi pada komentar atau email ke zaenal.electronic@gmail.com.
  • Masih bersambung ke bagian IV (terakhir), terima kasih telah menunggu dan semoga bermanfaat.

10 SEPTEMBER 2009


MEMPROGRAM/MENGEFLASH MPEG DVD MEDIATEK MT1389 BAGIAN II

PERALATAN YANG DIBUTUHKAN



Untuk memprogram/mengeflash MPEG dengan chip MT1389xx, dibutuhkan peralatan-peralatan sebagai berikut :

Perangkat Keras (Hardware)
  1. Satu perangkat PC/laptop dengan OS windowsXP dengan fasilitas minimal ada port serial (COM) yang bebas. COM tersebut harus mampu diset pada kecepatan 115200 bps.
  2. Satu unit RS-232 to LogicLevel converter.
  3. Power supply 5V/2A yang sudah distabilkan untuk memberi tegangan pada MPEG yang diprogram.
  4. Jika komputer/PC tidak ada port serial (COM), tetapi ada USB, dibutuhkan satu interface USB to RS-232 converter. Cara penyambungannya (USB) – (USB to RS-232) – (RS-232 to LogicLevel converter)

RS-232 to LogicLevel Converter, bisa didapatkan di toko peralatan perbaikan handphone. Biasanya digunakan untuk mengisi ringtone HP jenis lama (jadul sekelas Siemen M35 atau Nokia 3315). Perangkat/kabel interface tersebut murni RS-232 to LogicLevel Converter dengan catu daya diambilkan dari port COM pada PC.
Atau, jika ingin membuat sendiri, ada dua alternatif skema RS-232 to LogicLevel converter yang telah teruji bisa digunakan, jenis dan skemanya sebagai berikut:
  • Menggunakan IC MAX232. IC ini dapat ditemukan di toko-toko elektronik dengan spesialisasi digital, harga sekitar Rp 10.000,-.
  • Menggunakan transistor. Walaupun rangkaian berikut berkesan murah dan sederhana, tetapi sudah cukup bagus untuk memprogram MT1389.

Dua rangkaian tersebut mengambil catu daya dari MPEG board (3V3). Untuk dapat bekerja dengan normal, gunakan kabel head (terbungkus ground) dengan panjang kurang dari 150 cm (1,5 m).
USB to RS-232 Converter/cable, dapat diperoleh di toko-toko penjual peralatan komputer. Jangan lupa install drivernya dan sesuaikan nomor COMnya (contoh COM1).

Perangkat Lunak (software)

Penulis menggunakan perangkat lunak mtkTOOL versi 2.42.12, silahkan download pada link berikut http://monitor.net.ru/forum/files/mtktool_2.42.12_734.rar
Setelah didownload, extract pada folder tersendiri, tidak perlu diinstall, untuk menjalankan program tinggal dobel klik MTKTool.exe

--masih bersambung.
--pertanyaan, saran dan masukan membangun silahkan isi pada bagian comment, terima kasih.

09 SEPTEMBER 2009

MEMPROGRAM/MENGEFLASH MPEG DVD MEDIATEK MT1389 BAGIAN I


PERHATIAN


Artikel ini dibuat bukan untuk pemula. Pemrograman ulang mpeg DVD dapat menyebabkan rusaknya MPEG dvd, semua resiko ditanggung sendiri.


PENDAHULUAN


MT1389 adalah chip prosesor dvd decoder yang banyak digunakan pada peralatan DVD player buatan Mediatek. Semua bagian controller dan decoder untuk peralatan player DVD sudah masuk didalamnya, antara lain : CPU yang berbasis 8031/2 (51 assember language), RISC interface, servo controller, Audio DSP, MPEG4, MPEG1/2, JPEG decoder, USB controller, RS-232 controller, Output DAC, General Purpose IO (GPIO) dan lain-lain. Dengan sistem yang all-in one tersebut, memungkinkan untuk membuat sebuah decoder/player DVD dalam ukuran yang mini dan hanya dengan single chip controller.

MPEG board yang menggunakan chip tersebut banyak sekali ditemukan dipasaran dan tentunya banyak dipakai pada merk-merk terkenal maupun tidak karena nilai ekonomisnya.

Sebelum melangkah lebih jauh, pernahkan pembaca mendengar atau mungkin pernah bertanya :
  1. Barangnya sama tetapi remot/tombol gak cocok?
  2. Barangnya sama tetapi logo tidak sama?
  3. Barangnya sama tetapi fasilitasnya berbeda, yang satu ada usb yang lain tidak?

Seperti sistem embed lainnya, untuk bisa bekerja dengan normal, prosesor ini perlu menggunakan memory ROM dan RAM eksternal. ROM dipakai untuk menempatkan program yang akan dijalankan oleh prosesor tersebut (mudahnya kalau pada PC = harddisknya), program yang tersimpan dalam ROM tersebut lazim/umumnya disebut FirmWare.

Cara memprogram mpeg DVD ada beberapa cara yaitu :
  1. Menggunakan flash programmer eksternal, dengan melepaskan ic, diprogram, terus dipasang lagi dan dicoba.
  2. Menggunakan playernya sendiri dengan CD yang berisi file ROM-nya (upgrade CD). Cara ini hanya bisa digunakan jika player dalam keadaan normal.
  3. Dengan PC/komputer. Dipasaran sering dijumpai IC flash/ROM yang disolder langsung pada PCB, bagaimana cara programnya?
Untuk membatasi tema, penulis hanya mengulas cara memprogram MPEG DVD menggunakan PC/komputer menggunakan interface RS-232 (lazimnya disebut COM).

Selain MT1389 buatan Mediatek, ada chip-chip lain yang sejenis buatan Sunplus, Zoran, Samsung dan lain-lain. Prosesor-prosesor tersebut dapat diprogram ulang dengan PC. Tetapi penulis hanya akan mengulas MT1389 saja.

Dalam artikel ini, terdapat beberapa bagian yaitu :
Bagian I Pendahuluan,
Bagian II Peralatan yang Dibutuhkan,
Bagian III Pemrograman,
dan terakhir bagian IV Mengupas Firmware MT1389.

0 komentar: