Kerusakan yang sering terjadi pada pipa ini disebabkan karena kotoran yang menyumbat pipa ini, atau karena oli kompresor ikut naik karena gas refrigent yang keluar dariompresor telah menjadi gas yang bertekanan yang mengalir melalui pipa ke kondensor lalu melewati proses penyaringan pada suatu alat yang bernama drier strainer. Panjang pipa yang dibutuhkan pada alat pendingin (kulkas) kira-kira 80-100cm. Untuk menghemat tempat dan mengamankannya, maka pipa ini biasanya digulung pakai mal kapasitor bekas.
Fungsi Pipa Kapiler
Fungsi pipa ini adalah untuk menurunkan tekanan aliran refrigent yang berbentuk gas serta mengatur cairan refrigent dari kondensor. Saat refrigent akan melewati pipa kapiler harus melalui proses penyaringan agar kotorannya tidak menyumbat pipa kapiler yang sangat kecil ini. Alat penyaring ini disebut drier strainer.
Fungsi drier strainer adalah menyaring debu atau kotoran yang ikut masuk melalui pipa-pipa alat pendingi sebelum masuk ke pipa kapiler yang selanjutnya menuju evaporator. Bila kita. Bila pipa kapiler ini mengalami kebuntuan maka jalan satu-satunya harus diflushing dan drier strainer harus diganti. Karena kalau drier strainer tidak diganti maka dipastikan kebuntuan akan terulang lagi.
Cara Mengganti Pipa Kapiler Kulkas
Karena ukuran pipa kapiler kulkas sangat kecil yaitu 0,26-0,31 maka harus hati-hati. Dan bagi yang baru belajar diharuskan ada pendamping khusus, namun karena persaingan bisnis jarang sekali orang yang lebih senior mau membagikan ilmunya . Namun disini akan saya tuliskan cara saya untuk mengatasi pipa kapiler kulkas yang ter sumbat. Cara adalah dengan membuka cover depan kulkas, lalu lepaskan pipa yang terhubung dengan evaporator menggunakan las. Lalu flushing evaporator sampai bersih dan juga jalur-jalur lainnya. Buat lubang pada bodi kulkas menggunakan bor. Lalu lewat lubang tersebut pipa kapiler dihubungkan antara evaporator dengan drier strainer dan pipa yang satunya ke kompresor. Rapikan dan vacuum lalu isi Freon.
Kami merupakan sebuah perusahaan jasa yang mengkhususkan pada pelayanan dan perbaikan Plasma TV, LCD TV, dan LCD Monitor, dll
bahkan mungkin kami adalah satu-satunya tempat servis yang berani mengambil langkah hanya menerima perbaikan televisi dengan teknologi plasma dan LCD tv dll. Langkah ini tentu tidak sembarangan kami ambil melainkan dengan berbagai pertimbangan, baik pertimbangan atas perkembangan teknologi, selera konsumen, serta kemampuan diri kami sendiri.
Terbukti, 4 tahun sejak kami mengkhususkan diri pada pelayanan dan perbaikan Plasma TV, LCD TV, dan LCD Monitor dll, kami mampu bertahan bahkan terus meningkatkan layanan kami. Strategi pemasaran ditambah kepercayaan konsumen menjadikan kami semakin tumbuh dan eksis membantu Anda mengatasi permasalahan Plasma TV, LCD TV, dan LCD Monitor Anda.
Kepercayaan kepada kami juga datang dari para rekan teknisi elektronika yang tergabung dalam Forum Diskusi Teknisi Elektronika se-Indonesia.
Pada kesempatan ini juga kami tegaskan bahwa sekawan servis electronic hanya melakukan pelayanan perbaikan elektronika jenis Plasma TV, LCD/LED TV, dan LCD/LED Monitor.
sekawan servis electronic juga hanya menerima pelayanan perbaikan elektronika di workshop/bengkel kami yang alamatnya dapat Anda lihat pada halaman bawah ini. Hubungi Kami. Kami tidak menerima permintaan servis di tempat Anda .
Perbaikan Plasma TV, LCD/LED TV dan Monitor menggunakan peralatan yang cukup besar/berat yang tentunya akan mempersulit mobilitas kami jika harus dibawa ke tempat Anda.
Suku cadang/spare part untuk Plasma TV, LCD/LED TV dan Monitor sangat beragam yang juga akan mempersulit mobilitas kami jika harus dibawa ke tempat Anda.
Keterbatasan jumlah teknisi membuat kami harus mengefisienkan waktu. Akan banyak waktu kami yang terbuang untuk mencari alamat konsumen sementara waktu tersebut dapat kami gunakan untuk melayani banyaknya konsumen lain yang mempercayakan perbaikan Plasma TV, LCD/LED TV, atau LCD/LED Monitornya kepada kami.
Banyaknya kasus kecurangan yang dilakukan para teknisi keliling yang tidak memiliki alamat workshop yang jelas dan tidak bertanggung jawab saat melakukan perbaikan di tempat konsumen.
Untuk itu, jangan ragu untuk menghubungi kami jika anda kesulitan untuk membawa, ke sekawan servis electronic. untuk mengambil Plasma TV, LCD/LED TV, atau LCD/LED Monitor Anda, karena kami juga memberikan layanan antar jemput barang kepada konsumen kami.
Silakan Anda hubungi kami melalui telepon, SMS, untuk berkonsultasi mengenai kerusakan Plasma TV, LCD/LED TV, atau LCD/LED Monitor Anda sebelum datang ke workshop/bengkel kami. Sebutkan merek dan kode model elektronika Anda serta gejala kerusakannya agar kami dapat menjelaskan perkiraan kerusakannya, perlu/tidaknya pergantian komponen, dan prakiraan biaya kepada Anda. Dan silakan Anda kunjungi workshop/bengkel kami dengan alamat dan jaminan servis yang pasti.
SEKAWAN SERVIS ELEKTRONIK
untuk jasa servis bisa langsung tlp atau datang di tempat kami:
sekawan servis electronic :
alamat: sebelah barat kios lapangan taraman sidoharjo sragen
tlp : 081578482284 / 081329189907
Kode Error pada Mesin Cuci 1 tabung
Labels: kode service, Mesin Cuci 1 tabung
Setiap permasalahan pada mesin cuci tiadak selalu kelihatan, apalagi kalau mesin cuci 1 tabung. Misalnya sewaktu kita mencuci awalnya tidak masalah tapi untuk pencucian kedua muncul kode error semisal LE atau E9 disertai suara tulit-tulit tidak usah bingung. Berikut kode arti kode error pada mesin cuci merk Sharp
1.Kode error "LE"
Kode ini biasa keluar ketika kita menggunakan mesin cuci untuk mencuci, namun pada saat waktunya proses pengeringan muncul kode tersebut disertai suara tulit. Karena mesin cuci dilengkapi dengan pengaman maka pada saat proses pengeringan pintu kurang rapat menutupnya maka akan muncul kode tersebut, bisa juga cuma hal sepele yang menyebabkan kode tersebut muncul semisal penempatan pakaian dalam tabung tidak rata.
2.Kode error "E9" artinya:
Kode E9 pada mesin cuci 1 pintu merk Sharp, biasanya kode error pada sensor level ketinggian atau banyaknya air yang masuk ke dalam drum pencuci. Bila alat sensor pendeteksi level ketinggian air ini rusak atau tidak bekerja selama hitungan menit/ waktu yang digunakan untuk mengisi air dari selenoid.
3.Air terus diisi terus sampai penuh(over level).
-ada kebocoran membran sensor level atau selang sensor level bocor
Model : untuk modelnya lupa
Gejala : tv ketika dinyalakan indikator nyala merah kedip kedip aja alias ter protek
Penyebab : ternyata setelah dilhat dicium diraba dan ditelusurri letak kerusakan hanya pada flyback terprotek
Solusi : solosinya ya ganti flyback pasti jos
Model : CG 21 XS 2
Gejala : TV terkunci pada posisi stand by.kalau power di on.TV mau hidup lalu mati lagi.protec
Penyebab : kalau eeprom nya OK ,trus IC vertikal OK.B+ 5 volt nya OK.
Solusi : lepas jemper J830 , atau ganti langsung FBT nya.
Model : Dinamic
Gejala : Mati total
Penyebab : Transistor Power suply shot
Solusi : Ganti transistornya
Catatan : Ganti dengan tipe bu. . .
Model : N0 chasis AC6A1
Gejala : Tidak ada suara volume sdh max,Gambar bagus
Penyebab : IC 3701 LV1116 rusak
Solusi : Sebelum mengganti ic tersebut coba cara alternatif ini,lepas dulu ic nya,bersihkan kaki kaki bagian bawah ic nya pake cuter/amplas halus,lalu pasang kembali ic nya.kl suara masih belum keluar Ganti ic lv1116N,
Catatan : kl spertpat susah di dpt cari ke SC nya
Model : CG14SP1N
Gejala : Mati total
Penyebab : TR Horz koslet(B&E)
Solusi : ganti TR Horz
Model : CG21XS2 FLAT SLIM 21
Gejala : TIDA ADA SUARA
Penyebab : MEMORI TIDAK BEKERJA SECARA NORMAL PADAHAL SETINGAN DATA OK
Solusi : SETTING DATANYA DULU,KLO NGK BISA BARU GNTI IC MEMORI
Catatan : UMTK MODEL SANYO SERING SY ALAMI RUSAK DATA/IC MEMORI
Model : CG21XS2
Gejala : selalu balik ke posisi standby terus bila akan dinyalakan
Penyebab : flyback-nya ada sedikit masalah kecil..perubahan kapasitas capasitor internal FBT
Solusi : dengan cara meng-cut (memutus) jumper J830..yang menuju pin 23 dari IC LA76938 ( pin ini dinamakan: INT1/P.0) salah satu pin untuk mendeteksi / mengontrol bagian horisontal.
Model : box silver
Gejala : mati protec , ada suara sebentar terus stenbay
Penyebab : trafo flyback bocor
Solusi : ganti trafo flyback
Catatan : jika di ganti dengan flyback masih perlu setting v siz dan h siz
Model : dynamic LA76818A
Gejala : SUARA NGK ADA VOLUME UDAH MAX
Penyebab : SETINGAN DATA KORUP
Solusi : BUKA DATA CARI S.STE RUBAH 0
10) Sanyo
Model : dyamic
Gejala : hidup sebentar kemudian protek
Penyebab : biasa nya ter jadi perubahan pada hfc horisontal.abl atau heater yang mengakibat kan protek
Solusi : dengan meng cut jalur protek yaitu cari r yang nilai nya 1k yg kejalur protek dari ic program insa allah tv normal
Model : cg21fs2
Gejala : gambar normal. suara hilang
Penyebab : ic switching av seri LV 1116 N rusak.
Solusi : ganti LV 1116 N.tv normal kembali.
Catatan : AV out jika dimasukan ke amplifier suara tv bisa jalan.
12) Sanyo
Model : CAP3002
Gejala : MATI.DENGAN KONDISI TR.HOR SHORT. BILA DIGANTI TR.REG NYA ,TEGANGAN B+ MELUNJAK HINGGA 200V LEBIH
Penyebab : KERUSAKAN PADA R555 47KOHM BAGIAN OPTOCOUPLER
Solusi : ganti r555 47k ohm
Model : cgs21fs
Gejala : protect
Penyebab : flayback bocot
Solusi : ganti flayback
Model : 14 inch
Gejala : mati dengan transistor horisontal jebol
Penyebab : putus r47k bagian ic opto
Solusi : ganti r47k
Catatan : periksa juga ic opto
Model : untuk modelnya lupa
Gejala : tv ketika dinyalakan indikator nyala merah kedip kedip aja alias ter protek
Penyebab : ternyata setelah dilhat dicium diraba dan ditelusurri letak kerusakan hanya pada flyback terprotek
Solusi : solosinya ya ganti flyback pasti jos
Model : CG 21 XS 2
Gejala : TV terkunci pada posisi stand by.kalau power di on.TV mau hidup lalu mati lagi.protec
Penyebab : kalau eeprom nya OK ,trus IC vertikal OK.B+ 5 volt nya OK.
Solusi : lepas jemper J830 , atau ganti langsung FBT nya.
Berikut ini daftar pin protek IC micom/ program , kroma untuk Tv merk Sharp , Sony , Polytron , LG , JVC , Samsung dan Toshiba
Sharp
Chasis UA-1, Menggunakan IC IX3368CEN1-5 Atau IX3410CEN1-5 (TDA9381PS)
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.8 IC801 (3,3 V)
Menonaktifkan Proteksi utama,
Lepaskan Jumper J223 D609 Tegangan 8V Anoda D609 = 3.3 Volt Lepaskan D609
D606 ABL / X-ray Anoda D606 = 3.3 Volt Lepaskan D606
D614, Q603 Heater / X-ray Anoda D614 = 3.3 Volt
Collector Q603 = 3.3 Volt Lepaskan D614
Lepaskan Q603
D752 Tegangan 5V Anoda D752 = 3.3 Volt Lepaskan D752
D504 Tegangan 16V (Sound Amp) Anoda D504 = 3.3 Volt Lepaskan D504
D502 Tegangan 45V (Vertikal) Anoda D502 = 3.3 Volt Lepaskan D502
D503 Vertikal Output Anoda D503 = 3.3 Volt Lepaskan D503
D613 Tegangan 180V Anoda D613 = 3.3 Volt Lepaskan D613
Chasis UA-1 (Lubang), Menggunakan IC IX3368CEN7
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.8 IC801 (3,4 V)
Menonaktifkan Proteksi utama,
Lepaskan Jumper J208 dan D203 D203 Tegangan 33V (Tuner) Anoda D203 = 3.4 Volt Lepaskan D203
D607 Tegangan 190V Anoda D607 = 3.4 Volt Lepaskan D607
D604, Q603 Heater / X-ray Anoda D604 = 3.4 Volt
Collector Q603 = 3.4 Volt Lepaskan D604
Lepaskan Q603
D601 ABL / X-ray Anoda D601 = 3.4 Volt Lepaskan D601
Q501 Tegangan Supply Vertikal Collector Q501 = 3.4 Volt Lepaskan D501
Menggunakan IC IX 2938CE, TB1226
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.30 IC1001 (5,1 V) D616 Tegangan 9V Anoda D616 = 5.1 Volt Lepaskan D616
D607 Tegangan 180V Anoda D607 = 5.1 Volt Lepaskan D607
Q607 Heater / X-ray Collector Q607 = 5.1 Volt Lepaskan Q607
D606 ABL / X-ray Anoda D606 = 5.1 Volt Lepaskan D606
D611 Tegangan 5V Anoda D611 = 5.1 Volt Lepaskan D611
D201 Tegangan 9V Anoda D201 = 5.1 Volt Lepaskan D201
Menggunakan IC IX 2694, M52340
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.38 IC1001 (0 V) D606 Heater / X-ray Anoda D606 = 0 Volt Lepaskan D606
D616 ABL / X-ray Anoda D616 = 0 Volt Lepaskan D616
Q603 ABL / X-ray Collector Q603 = 0 Volt Lepaskan Q603
D610 Heater / X-ray Anoda D610 = 0 Volt Lepaskan D610
Chasis G2 Menggunakan IC IX 3031CE, TB1226
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.30 IC1001 (3,3 V) D618 Tegangan 9V Anoda D618 = 3,3 Volt Lepaskan D618
D607 Heater / X-ray Anoda D607 = 3,3 Volt Lepaskan D607
Q607 Heater / X-ray Collector Q607 = 3,3 Volt Lepaskan Q607
D606 ABL / X-ray Anoda D606 = 3,3 Volt Lepaskan D606
D611 Tegangan 5V Anoda D611 = 3,3 Volt Lepaskan D611
GA-4M Chasis, Menggunakan IC IXB226WJ, M61260
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.7 IC1001 (4.5 V) D605 Tegangan 185V Anoda D605 = 4,5 Volt Lepaskan D605
D608 ABL / X-ray Katoda D607 = 4,5 Volt Lepaskan D608
Q603 Heater Collector Q603 = 4,5 Volt Lepaskan Q603
D203 Tegangan 33V (Tuner) Anoda D203 = 4,5 Volt Lepaskan D203
D1091 Tegangan 9V Anoda D606 = 4,5 Volt Lepaskan D1091
Pin No.6 IC1001 (3.4 V) D1010 Tegangan 15V Pin No.6 IC1001 = 3.4 Volt Lepaskan D1010
Chasis GA-6, Menggunakan IC IXB725WJ, Chasis GA-7 Menggunakan IC IXB855WJZZ
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.63 IC801 (4.1 V) D1005 Tegangan 9V Anoda D1005 = 4,1 Volt Lepaskan D1005
D608 ABL / X-ray Katoda D608 = 4,1 Volt Lepaskan D608
Q603 Heater Collector Q603 = 4,1 Volt Lepaskan Q603
D805, D203 Tegangan 33V (Tuner) Anoda D805 & D203 = 4,1 Volt Lepaskan D203
D204 Tegangan 5V (Tuner) Anoda D204 = 4,1 Volt Lepaskan D204
Pin No.7 IC801 (3.9 V) D1002 Power supply (AC-Detect) Pin No.7 IC801 = 3.9 Volt Lepaskan D1002
Pin No.8 IC801 (0.6 V) R523 Vertical Pin No.8 IC801 = 0.6 Volt Lepaskan R523
Menggunakan IC IXC080WJN5Q
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.63 IC801 (4.1 V)
Menonaktifkan Proteksi utama,
Lepaskan Jumper J497 D1108 Tegangan 5V Anoda D1008 = 4,1 Volt Lepaskan D1108
D605 Tegangan 185V Katoda D605 = 4,1 Volt Lepaskan D605
D608, D607 ABL / X-ray Katoda D608 = 4,1 Volt Lepaskan D608
Q603, D604 Heater / X-ray Collector Q603 = 4,1 Volt Lepaskan Q603
D203 Tegangan 33V (Tuner) Anoda D203 = 4,1 Volt Lepaskan D203
D1105 Tegangan 5V Anoda D1105 = 4,1 Volt Lepaskan D1105
Pin No.64 IC801 (3.9 V) D1002 Power supply (AC-Detect) Pin No.64 IC801 = 3.9 Volt Lepaskan D1002
Pin No.65 IC801 (0.6 V) R523 Vertical Pin No.65 IC801 = 0.6 Volt Lepaskan R523
Menggunakan IC IXC688WJ / IC IXC844WJ
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.81 IC801 (4.1 V) D1108 Tegangan 5V Anoda D1008 = 4,1 Volt Lepaskan D1108
D605 Tegangan 185V Katoda D605 = 4,1 Volt Lepaskan D605
D608, D607 ABL / X-ray Katoda D608 = 4,1 Volt Lepaskan D608
Q603, D604 Heater / X-ray Collector Q603 = 4,1 Volt Lepaskan Q603
D203 Tegangan 33V (Tuner) Anoda D203 = 4,1 Volt Lepaskan D203
D1105 Tegangan 5V Anoda D1105 = 4,1 Volt Lepaskan D1105
Pin No.82 IC801 (3.9 V) D1002 Power supply (AC-Detect) Pin No.82 IC801 = 3.9 Volt Lepaskan D1002
Pin No.83 IC801 (0.6 V) R523 Vertical Pin No.83 IC801 = 0.6 Volt Lepaskan R523
Polytron
Polytron chroma TDA8842 - kaki no 2
Polytron HBT 00-02G - kaki no 62
Polytron HBM 00-XX - kaki no 16
Polytron STV2238 - kaki no 61
Polytron satu chip STV9302 - kaki no 62
Polytron MX5203 Minimax STV2286H dengan Program HB-00-11M ada di kaki no 16 IC Program
LG
LG M37272 - kaki no 8
LG CXP86xx - kaki no 41
LG LA76938 - kaki no 23
Samsung
SAMSUNG SDA555x - kaki no 36
SAMSUNG TDA12120H - kaki no 8 proteksi vertikal, kaki no-43 proteksi x-ray
JVC
JVC TDA9365 (pin-5)
JVC (pin-13) protektor vertikal, (pin-32) x-ray
JVC MN1873287 (pin-22) protektor audio power suply
JVC M37212M8 (pin-33) protektor regulator 5v, 9v, 11v (pin-48) protektor x-ray
Toshiba
Toshiba OEC7062 (pin-9)
Toshiba OEC7063 (pin-29)
Toshiba OEC 7074 (pin-8)
Toshiba OEC 7091 (pin-74)
TMPA8807CMNG (pin-62)
Sony
CX1213 - kaki no 22
TDA8844 - kaki no 50 yang di protek R 369 (1M2) / abl , D 501 / xray , D1505 / vertikal
TDA8374 - kaki no 50 yang di protek R319(1M2) / abl , D591 / xray , D1505 / vertikal
TDA8366 - kaki no 48 yang di protek R319(1M2) / abl , D591 / xray , D1505 / vertika




