* SELAMAT DATANG DI SEKAWAN SERVIS ELECTRONIC * SERVIS:TV,COMPUTER,DVC,Ampli fier dll. * Spesialis Kulkas,AC Rumah, AC mobil dan Mesin Cuci. * Alamat: Taraman Sidoharjo Sragen *

SEK4W4N SERVIS ELECTRONIC

MEMPROGRAM/MENGEFLASH MPEG DVD MEDIATEK MT1389
BAGIAN III


PEMROGRAMAN


LOKASI PIN/PORT PEMROGAMAN PADA MPEG BOARD
Anda bisa mencari pin/konektor pada MPEG board dengan pin terdiri dari GND, TX, RX, dan GND (biasanya pada sisi belakang PCB). Kadangkala ada juga MPEG Mediatek yang tidak terdapat keterangan nama pin (hanya terdiri dari pin-pin kosong atau pin-pin TP). Jika Anda menemukan MPEG Mediatek yang berjenis ini, untuk pin TX dan RX dapat ditemukan dengan mengurut jalur dari IC pin 106=RXD, 107=TXD pada IC MT1389 256 pin/kaki.


PERALATAN PENGGANTI
Peralatan-peralatan tersebut sudah pernah penulis pakai dengan hasil yang cukup memuaskan. Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini banyak ditemukan komputer yang tidak memakai/memfasilitasi dengan interface COM, yang ada hanya USB. Untuk itu, penulis saat ini menggunakan kabel modem untuk HP nokia dengan type DKU-5 buatan china/prolific. Kabel tersebut murni USB to RS-232 converter dengan output LogicLevel, jadi tidak perlu menggunakan RS-232 to LogicLevel converter (ouputnya dapat langsung dikoneksikan ke MPEG secara langsung). Pemasangannya pun lebih mudah, tinggal install drivernya, set nomor COMnya, konekkan ke MPEG dan colokkan ke USB.
Kabel tersebut banyak di jual di konter-konter servis HP atau toko-toko peralatan hape dan komputer. Penulis membeli kabel DKU-5 yang murah/biasa seharga Rp 35.000. Kalau harga kabel DKU-5 yang asli atau kualitas bagus, bisa mencapai ratusan ribu rupiah.


KONEKSI PERALATAN



Jika Anda menggunakan salah satu interface RS-232 to LogicLevel seperti skema yang diulas pada bagian 2 dengan cara menghubungkan konektor DB9F ke konektor COM1 yang tersedia di komputer. Jika komputer tidak tersedia interface COM, Anda bisa menghubungkan input DB9F ke output USB to RS-232 converter terlebih dahulu, kemudian input USB to RS-232 dicolokkan ke USB yang bebas/kosong. Sedangkan koneksi ke-MPEG-nya disesuaikan dengan skema.
Jika Anda menggunakan RS-232 to LogicLevel yang dipakai untuk mengisi ringtone HP tipe lama :
  • Potong kabel output, biasanya terdiri dari 3 kabel yang masing-masing berwarna Hitam, Putih dan Biru.
  • Hubungkan/solder kabel Putih ke pin RX/RXD pada MPEG board dan hubungkan/solder kabel Biru ke pin TX/TXD pada MPEG board.
  • Hubungkan kabel Hitam ke pin GND pada MPEG Board.
  • Colokkan input interface (DB9F) ke COM komputer yang bebas.
Jika Anda menggunakan kabel modem DKU-5 :
  • Potong kabel output, kabel tersebut berisi 6 kabel yang masing-masing berwarna Putih, Biru, Oranye, Hijau, Hitam dan Merah.
  • Hubungkan/solder kabel Putih ke pin RX/RXD pada MPEG board dan hubungkan/solder kabel Biru ke pin TX/TXD pada MPEG board.
  • Hubungkan kabel Hitam ke pin GND pada MPEG Board.
  • Kabel yang lainnya tidak digunakan.
Konekkan power supply 5V sesuai pada MPEG yang akan diprogram/diflash. Jika pada MPEG board ada konektor power +12V dan -12V, tidak usah digunakan/tidak diberi supply. Hanya 5V (digital/utama) saja yang diberi supply tegangan.


Untuk lebih jelasnya, lihat gambar/ilustrasi berikut :

Gambar 1: atas: kabel RS-232 to LogicLevel converter untuk mengisi ringtone HP tipe lama (M35/NOK3315), bawah: kabel USB to RS-232 converter.



Gambar 2: close up koneksi kabel.



Gambar 3: koneksi yang dipakai penulis sampai sekarang, menggunakan DKU-5.


MULAI MEMPROGRAM
Setelah semua koneksi sudah dikoreksi ulang, sekarang saatnya menjalankan program untuk mengeflash. Sebelumnya, hidupkan MPEG board dengan memberi supply 5V kemudian jalankan aplikasi MTKtool.exe (link download ada pada bagian 2), jika COM dan koneksi telah diset dengan benar, akan muncul jendela aplikasi MTKTool seperti berikut:



Penjelasan fungsi menu/tombol sebagai berikut:
  1. Menu Port, digunakan untuk memilih port yang dipakai untuk memprogram.
  2. Menu BaudRate digunakan untuk memilih BaudRate (kecepatan) port.
  3. Menu Window, terdiri dari : Cascade = menampilkan semua windows; Bridge = klik menu ini jika menggunakan bridge/USB to RS-232 converter (bukan DKU-5); Partial Erase = klik/contreng menu ini jika ingin menghapus/memprogram alamat memori tertentu; Auto Set Flash Baud Rate = klik/contreng menu ini untuk mensetting program supaya mengeset kecepatan baudrate secara otomatis; Flash Upgrade = menampilkan window upgrade.
  4. Kotak ‘load bin file’ digunakan untuk menentukan nama file yg akan diprogramkan ke flash EEPROM (MPEG). Klik Browse dikanan kotak tersebut untuk membuka file.
  5. Kotak ‘backup file’ digunakan untuk menentukan nama file hasil pembacaan dari flas EEPROM (MPEG). Klik Browse dikanan kotak tersebut untuk melokasikan (Save As) file hasil pembacaan/backup.
  6. CheckBox Verify, contreng kotak ini untuk memverify ulang secara otomatis ketika penulisan program (writing).
  7. High Speed, contreng kotak ini jika ingin mode High Speed (hardware harus mendukung).
  8. USB to UART Bridge Controller, contreng kotak ini jika menggunakan USB to RS-232 converter (DKU-5 dan COM langsung jangan dicontreng).
BACKUP/BACA DATA FLASH EEPROM (FIRMWARE)
Dalam urusan pemrograman/flashing, backup data adalah langkah yang harus dilaksanakan, tujuannya untuk mengecek apakah koneksi sudah sesuai/cocok sekaligus untuk menyimpan file hasil bacaan dari flash EEPROM yang terdapat MPEG (membaca firmware). Sedangkan langkahnya :
  1. Isikan nama file pada kotak ‘backup file’ untuk file hasil backup. Nama file sebaiknya diisi dengan nomor desain/sasis/PCB pada MPEG (misalnya AL1389E-2AL-1.bin), tujuannya adalah untuk mempermudah mencari firmware ketika dibutuhkan. Karena firmware desain/sasis/PCB yang berbeda mempunyai firmware yang berbeda pula. Secara default, lokasi file terdapat pada folder dimana aplikasi MTKTool terinstal.
  2. Klik tombol Backup. Jika proses backup berjalan sukses, tampilannya seperti pada gambar (tergantung setting).
  3. Jika berjalan sukses (s/d 100%), ulangi proses backup dengan nama file backup yang berbeda (misalnya AL1389E-2AL-2.bin).
  4. Sekarang bandingkan file pertama dengan file kedua dengan menggunakan program FC.exe (FileCompare bawaan windows) dengan perintah :
    - masuk dulu ke CommandPrompt, klik start–run-ketik cmd – OK
    - pada prompt dibelakang tanda ‘>’ ketik FC /b nama_file_pertama nama_file_kedua
    - nama file pada perintah FC tersebut termasuk dengan nama foldernya. Contoh :
    FC /b D:\dvd\mtk\AL1389E-2AL-1.bin D:\dvd\mtk\AL1389E-2AL-2.bin
  5. Jika kedua file tersebut cocok/sama, silahkan simpan/diarsipkan untuk menambah koleksi bin/firmware karena sewaktu-waktu bisa diprogramkan pada MPEG yang mempunyai nomor sasis/desain/PCB yang sama.


Gambar : proses backup/pembacaan yang berjalan mulus.


FLASH UPGRADE/MEMPROGRAM
Sebelum mengeflash sebuah MPEG DVD, sebaiknya backup dulu firmware pada MPEG yang akan diprogram!!!
  1. Isikan nama file pada kotak ‘load bin file’, jika ragu/tidak hapal lokasi/nama filenya, gunakan tombol browse dikanan kotak tersebut untuk mencari.
  2. Klik tombol Check Sum, catat check sum yang ditampilkan pada kotak LOG.
  3. Pastikan check box Verify tercontreng.
  4. Klik tombol Upgrade. Jika proses upgrade berjalan sukses, lihat apakah check sum file (lihat LOG pada baris terakhir) apakah sama dengan chek sum yang sudah dicatat sebelumnya. Jika tidak sama, ulangi langkah upgrade.
  5. Reset MPEG dengan mematikan power supply MPEG kemudian hidupkan lagi. Lihat apakah MPEG dapat bekerja dengan normal.


Gambar : proses upgrade 100%


CATATAN
  • Kabel DKU-5 yang penulis pakai menggunakan driver Prolific dengan seri PL2303HXA. Jika Anda menggunakan kabel DKU-5 yang asli Nokia drivernya memakai driver DKU-5 dari CD bawaan kabelnya (driver aslinya).
  • Silahkan bereksperimen. Jika ada permasalahan/kesulitan, mohon memberi informasi pada komentar atau email ke zaenal.electronic@gmail.com.
  • Masih bersambung ke bagian IV (terakhir), terima kasih telah menunggu dan semoga bermanfaat.

Flyback transformers replacement guide
154 XXX
Original
EquivalentsDiagram
154 016 A154 016 BVIEW
154 019 A
154 019 C
154 023 A
154 030 A
154 033 A
154 034 A
154 041 A
TLF 69908
154 016 B154 016 AVIEW
154 019 A
154 019 C
154 023 A
154 030 A
154 033 A
154 034 A
154 041 A
TLF 69908
154 017 A
NO VIEW (6654)
154 019 A154 016 AVIEW
154 016 B
154 019 C
154 023 A
154 030 A
154 033 A
154 034 A
154 041 A
TLF 69908
154 019 C154 016 AVIEW
154 016 B
154 019 A
154 023 A
154 030 A
154 033 A
154 034 A
154 041 A
TLF 69908
154 025 A154 117 AVIEW
154 123 A
154 124 B
154 125 A
154 125 B
154 132 A
154 132 B
154 132 C
154 132 H
154 152 A
154 027 A154 122 FVIEW
154 122 G
154 126 A
154 183 F
154 040154 040 AVIEW
154 046 A
154 048 A
154 051 A
154 050 ATLF 701527677
154 056 A
46070
154 063 A154 063 B6523
154 064 C154 064 D8422
154 189 N
154 A 01 C
154 064 D154 064 C8422
154 189 N
154 A 01 C
154 064 F
7671
154 064 G
8496
154 064 J
7902
154 064 M
8137
154 064 P
7897
154 064 U
7791
154 064 V
7788
154 065 A154 074 A7487
154 074 C
154 067 B
2287 T11
154 067 C154 067 DVIEW
154 167 D
154 068 A154 125 C
7668
154 072 A154 072 B6693
154 074 A154 065 A7487
154 074 C
154 074 B154 074 E7499
154 074 F
154 074 K154 074 RVIEW
154 074 S
154 074 V
154 074 W
154 082 R
154 074 T
7893
154 090 A
42071
154 090 D
42062
154 090 E
2287 T26
154 091 A
42109
154 094 B
7666
154 103 D154 103 F8759
154 106 BFCM 20 B 0347691
FCM 20 B 034 A
154 106 C
7896
154 106 D
8755
154 106 E
8479
154 106 F
7903
154 108 B
7242
154 122 D154 122 E
7498
154 183 E
154 122 E154 122 D7498
154 183 E
154 122 F154 027 AVIEW
154 122 G
154 126 A
154 183 F
154 122 G154 027 AVIEW
154 122 F
154 126 A
154 183 F
154 122 J
7734
154 122 K
7895
154 122 L
8472
154 122 P154 122 Q7904
154 122 Q154 122 P7904
154 122 S
7899
154 123 A154 025 AVIEW
154 117 A
154 124 B
154 125 A
154 125 B
154 132 A
154 132 B
154 132 C
154 132 H
154 152 A
154 124 B154 025 AVIEW
154 117 A
154 123 A
154 125 A
154 125 B
154 132 A
154 132 B
154 132 C
154 132 H
154 152 A
154 125 A154 025 AVIEW
154 117 A
154 123 A
154 124 B
154 125 B
154 132 A
154 132 B
154 132 C
154 132 H
154 152 A
154 125 B154 025 AVIEW
154 117 A
154 123 A
154 124 B
154 125 A
154 132 A
154 132 B
154 132 C
154 132 H
154 152 A
154 125 C154 068 A7668

Beberapa hari yang lalu dapet servisan tv Polytron type MX-5202 yang menggunakan aisy single HBT-00-04G dengan kerusakan estafet alias nruntun alias sambung menyambung alias opo maneh yo? hehehe.....wis pokoke kerusakan nggak satu tok,gitu aja ya! hehehehe...awal kerusakan seperti pada gambar di atas,yaitu gambar blangking putih di sertai penyempitan gambar di kiri kanannya dan LED indikator menyala redup sekali. Kerusakan yang seperti ini karena disebabkan hilangnya/ngedropnya tegangan 5V yang masuk ke pin Vcc CPU aisy single yaitu pada pin 9,kemudian saya cek area tegangan 5V tersebut dan di dapati ada R517=180ohm dalam keadaan terkapar karena terpanggang tegangan dari 30V,dan ada juga diode zener D512=5.6V dalam keadaan short,dan juga satu lagi diode zener 5.6V di bagian PCB panel depan juga short (lupa nomernya aku hehehe....) Setelah penggantian ketiga komponen tadi,saya pun coba nyalakan tv nya untuk melihat reaksinya dan m@k ngik...ngik...ngik....ngik....ngik.....raster tidak muncul di sertai dengan LED yang berkedip-kedip seirama dengan suara tadi,kemungkinan dari FBTnya sumber bunyinya. Kemudian saya lakukan pengukuran tegangan 5V di pin 9 aisy single ini dan di dapati hanya terukur 2.5V saja ck..ck...ck..ck...dan setelah saya ukur resistansinya terhadap ground pin ini adalah SHORT !!!!!........aduuuuuuuhhhh....... Akhirnya pengembaraan pun di lanjutkan di luar meja kerja alias berburu aisy single ke service center POLYTRON di Jl.Diponegoro,Madiun,dan Alhamdulillah stock masih banyak dan harganya relatif terjangkau yaitu Rp75rb saja hehehehe......... Aisy single sudah di tangan dan bergegas pulang kemudian langsung di pasang dan m@k tul...tul...tul...hehehe....begitu suara nyolder aisynya,dengan hati dag dig dug serrr tv pun saya nyalakan dan m@k BYAAKK......,YES!! tv pun sudah nyala normal kembali,dalam keadaan nyala tanpa antena alias bluescreen saya biarkan tv standby sendiri kurang lebih 10/15 menitan lah,naaaaaaah,,......di saat tv standby inilah ada susulan kerusakan lagi,yaitu R517=180ohm menjerit-jerit karena terkapar terpanggang oleh tegangan 30V dan efeknya yaitu kebul-kebul alias terbakar,saya ganti lagi terkapar lagi,saya ganti wattnya yang lebih gede juga terkapar lagi ,weleh,...weleh..
Akhirnya saya pun berdiskusi dengan rekan Ndowie via YM mengadukan tentang permasalahan ini,dan akhirnya di buatlah nota poin-poin pencegahannya dan sudah di buatkan thread di solderkita.com, Forum Komunitas Bengkel Elektronik. Kembali ke permasalahan terbakarnya R517,setelah mengikuti petunjuk nota poin-poin pencegahan dari Kang Ndowie ternyata penyebabnya adalah T506=C1815 sudah gemblung,kemudian saya menggantinya dengan transisitor yang kemampuannya lebih gede yaitu type D400,dan setelah di coba nyalakan tv dalam keadaan standby R517 itu pun sudah tidak terkapar lagi hehehehe...... Permasalahan tidak berakhir di sini,setelah R517 sudah tidak kebul-kebul lagi giliran panel yang nggak berfungsi begitu juga dengan remotnya,jadi tv hanya dalam keadaan standby saja, di ON kan dari panel maupun remot nggak bisa ON,padahal sebelum terjadinya kebakaran R517 tv bisa ON sendiri,setelah KUKUR-KUKUR disik saya pun lakukan pengukuran tegangan di kedua pin krystalnya di dapati masing-masing pin terukur 1.9V dan 1.3V dan ini adalah normal,beralih ke pin RESET aisy single di dapati tegangan sebesar 4.4V berarti normal,naaaaah berarti yang gemblung aisy RESETnya yaitu IC702=KIA7045AP,ternyata terbakarnya R517 tadi telah membuat aisy reset tewas,kemudian saya cabut aisy reset dan saya coba ON kan dari remot/panel ternyata belum respon,kemudian saya paksa reset dengan mengSHORTkan pin 2 dan 3 aisy reset sekejap saja m@k tul.....dan akhirnya bisa ON deh dari remot/panelnya,penggantian aisy reset pun di lakukan dan saya test lagi dengan mengON-OFFkan dari remot sudah respon kembali,panel juga berfungsi kembali hehehehe..... Setelah semua fungsi remot dan panel sudah normal kini giliran masuk ke penyettingan,maklum karena habis ganti aisy single baru kali aja datanya ada yang tabrakan,karena setelah di tv operasikan gambar normal tapi suara bisu hehehehe....adapun setting OPTIONnya adalah : OPTION0 01000001 OPTION1 10010010 OPTION2 00001001 OPTION3 00001100 OPTION4 00010000 OPTION5 00000000 OPTION LANG 00000001 OKE Rekan-Rekan Selamat Berjuang dan Bekerja!!!
Siang tadi dapet telepon dari POS POM Lanud Iswahyudi Maospati untuk memperbaiki televisi di kantor komandan,langsung saja saya ke TKP heehehe.....sampai di tempat saya langsung melakukan pengecekan secara visual,tv saya nyalakan sebentar untuk mengamati reaksinya,jadi keluhannya begitu tv di nyalakan gambar bisa full normal,tapi setelah beberapa menit gambar mulai menunjukan adanya perubahan,gambar mulai menyempit sisi atas dan bawahnya hingga bersisa sekitar 5 cm saja tepat di tengah layar,dugaan pun ke area vertikalnya hehehehe...... Tanpa pikir panjang lagi tv pun langsung saya obrak-abrik,dan di dapati tv ini menggunakan aisy program M37211M2-503SP,aisy kroma TDA8361 dan aisy vertikal TDA3653C,dan saya lakukan pengukuran tegangan di area vertikalnya,dan hasilnya tegangan 24V ada,tegangan output vertikal 15V juga ada,naaaah......berarti mung elko tok iki penyebabe hehehehe.....langsung aja babat habis semua elco di area vertikalnya,dan dengan percaya diri yang sangat tinggi tv langsung saya nyalakan dan M@K BLOOOOOOONG.........!!!!! ternyata masih tetep saja nggak bergeming sama sekali reaksinya hehehehehe.......jadi malu saya hik...hik....hik.... :(( Akhirnya perang gerilya pun di gelar untuk menangkap biang kerok sesungguhnya,di mulai dengan pengecekan semua Resistor yang berhubungan dengan aisy vertikal sampai ke pin V.OUT dan VRAMP aisy TDA8361,dan tertangkaplah si biang kerok kerusakan yaitu R402=330K dalam keadaan putus,fiuuuuh.....akhirnya ketemu juga ya kamu......
Setelah penggantian SEBUAH Resistor tok kuwi pun,akhirnya tv bisa normal kembali hehehehe.......woalah-alah ngertio ngono yo ora tak reboisasi elco-elcone mau yo yo....haduuuuh! yo wis lah ora opo-opo,sing penting oleh tambahan pengalaman hehehehe....
Dapet lagi servisan tv Polytron jadul type DM-1485 dengan keluhan,ketika tv di hidupkan gambar yang tertampil di layar hanya berupa layar putih polos tanpa OSD,tv ini menggunakan IC program HB-11-01/M34300-505SP dan IC kroma TDA8305A dan pertempuran pun di mulai. Pertama saya lakukan pengecekan pada semua tegangan mulai dari B+,24V,185V,16V,tegangan 33V,9v pada IC kroma,5v pada IC program,kesemuanya ada dan normal-normal saja.Haduuuuuh......apanya lagi nih? akhirnya aku berkesimpulan kalo raster noise salju nggak ada berarti sinyal belum sampai masuk ke bagian penguat video,ya udah aku ubeg bagian videonya,naaaaaah......akhirnya ketangkep juga biangnya wakakakaka.....yaitu transistor T311=BC547,langsung aja aku ganti dengan yang baru dan langsung saya coba nyalakan tv dan M@K BYAAAAK......raster langsung muncul beramai-ramai hehehehe......
Raster sudah muncul tapi OSD kok belum nongol-nongol juga,walaaaaah......dapet bonusan lagi nih!!,ubeg lagi bagian H.Sync dan V.Sync nya dan di temukan T712=BC547 dalam keadaan sekarat alias megap-megap nafasnya hehehe.....langsung ganti baru lagi dan coba hidupkan lagi tvnya dan M@K CLIIIIING.......OSD nongol sambil plengah-plengeh kisinan wis konangan wakakakaka....... Akhirnya garapan udah kelar dan terus nompo bayaran,pulang pun dengan senyum yang lebar wakakakaka.......OKE REKAN-REKAN SUKSES SELALU BUAT ANDA SEMUA!!!
Kemarin siang dapet panggilan servis lagi di Ds.Kauman,Karangrejo dengan tv Polytron type PN 14323KFA yang menggunakan aisy program HBK-00-01,aisy kroma TDA8841,aisy vertikal LA7840 dengan keluhan tv tidak bisa hidup,jadi hanya led indikatornya saja yang menyala,saya coba pencet tombol POWER di remot kontrolnya lampu led bereaksi tapi kembali ke posisi standby lagi,begitu pun jika tombol PROG+ di panel tv di pencet.Kecurigaan saya pun tertuju pada elco untuk tegangan 50V nya,eeeiiiiittt......ternyata salah,si elco masih segar bugar rupanya hehehe.......kemudian beralih ke rangkaian vertikal,di sini pun nggak ada yang mencurigakan,hmmmmm.....akhirnya pemeriksaan pun saya alihkan ke area aisy programnya,saya lakukan pengukuran tegangan pada pin Vcc nya dulu,alangkah terkejutnya aku,karena saya dapati tegangan pada pin Vcc nya cuma 3.4V saja,padahal normalnya 5V,hmmm....ada yang ngorupsi nih tegangan wakakakaka......saya telusuri satu per satu jalur tegangan Vcc nya dan sampailah pada komponen L510:0.33ohm,di sinilah kejanggalan terjadi.
Rupanya L510 yang menghubungkan antara pin Vcc aisy program dengan tegangan 5V tersebut putus tus tus tus.......yang membuat kinerja aisy program abnormal,karena di pasaran nggak ada L kayak gini,ya udah saya ganti saja dengan R 1/4watt:1ohm saja.Dan alhamdulillah tv pun bisa beroperasi dengan normal kembali.SUKSES BUAT REKAN_REKAN SEMUA!!!
 Awalnya kasus ini kasus yang bikin pusing juga,tapi begitu ketahuan biang keroknya hehehehe..........sebenarnya kasus yang kriuk-kriuk hehehehe........ Siang ini ada garapan tv Polytron type MX-20323 dengan kerusakan tv bila di hidupkan selalu kembali ke posisi standby alias terprotek.Cek visual pun di lakukan,dan di dapati elco C507=10uf/63V dan elco-elco di area 14V pada menggembung semua,kontan langsung saja saya ganti semua elco-elco tersebut,dan penyolderan ulang saya lakukan dulu di area vertikal,regulator,horizontal,dan area output regulatornya,baru tv saya coba nyalakan,waduuuuuuuuh.......ternyata nggak ada efeknya,eeeee.....la dalah!!! opone maneh iki? kemudian pemeriksaan berpindah ke area vertikalnya di mana di sini sumber rangkaian proteknya,semua elco pun saya reboisasi di area ini,kemudian tv saya coba nyalakan,akan tetapi tetap nihil hasilnya :(( :(( Saya coba ganti STV2286C nya juga nggak ngefek sama sekali byuh....byuh....byuh.... Saya cek semua tegangan juga normal semua,hanya saja tegangan pada pin SDA dan SCL nya hanya terukur 2,7V saja,hmmmm....there is something wrong here. Kemudian saya periksa semua R dan ZD/D di semua rangkaian,dan sampailah pada R807 =82K,saya dapati dalam keadaan putus,langsung saja saya ganti tuh Resistor dan saya coba nyalakan dan M@K BYAAAAK.........tv langsung hidup normal......IIIIIYEEEEESSSSSSS!!!! senangnya hatiku hehehehe. Rupanya putusnya R807 tadi membuat tegangan ABL menjadi drop kontan saja aisy program menganggap ada kesalahan dan langsung mengaktifkan system proteknya,eeealaaah... alahh,ternyata kok kemriuk begini ya wakakakakkaka..........
Sore tadi dapet panggilan service tv di rumahnya Bapak H.Surat Ds.Sambirembe Kec.Karangrejo,Magetan.Adapun tv nya merk Polytron dengan type MX5136 dengan kerusakan raster hanya terbuka beberapa centimeter saja di tengah-tengah layar di sertai dengan efek garis-garis horizontal(seperti terlihat pada gambar). Tv ini menggunakan IC program HBM-00-01 dan IC kroma STV2247C adapun sumber kerusakannya adalah di rangkaian vertikalnya,tepatnya pada D401=IN4002 yang sudah nggak waras :D di ukur dengan multitester diode ini menunjukan baik-baik saja,tapi begitu di kasih tegangan baru ketahuan gemblungnya wakakakakaka........! Setelah penggantian Diode tersebut raster tv pun normal seperti sedia kala.OKE rekan-rekan SUKSES SELALU.
Siang tadi mendapat servisan tv Polytron generasi Minimax type MX5217,dengan kerusakan gambar menyempit horizontal bagian kiri kanannya,remote dan panel tak berfungsi,raster pun gak ada hanya blank putih polos.Setelah melakukan pengecekan secara visual,akhirnya dapet petunjuk biang keroknya yaitu R517=180ohm terbakar,ohh...iya tv ini menggunakan IC tungggal type HBT-00-02G,IC vertical STV9302 dan Tr FET 7N65C.Kembali ke permasalahan,R517 ini berhubungan dengan T504=C2328A yang setelah di test juga error alias short circuit,dimana transistor ini berfungsi menyuplai tegangan 5V ke IC HBT-00-02G.Pada awalnya kerusakan tv ini hanya susah di hidupkan alias terprotek,bisa hidup sebentar terus kembali lagi ke posisi standby,setelah penggantian elco C402=1uf/50V,permasalahan teratasi tetapi setelah beberapa menit timbul masalah gambar menyempit tersebut,dengan di tandai mengebulnya R517 tersebut.Segera saya ganti transistor T504=C2328A,R517=180ohm,dan disebelahnya ada diode zener D512=5,6V juga ikut short,setelah saya ganti semua komponen yang bermasalah tersebut,kini giliran pengecekan nilai resistansi antara pin 5v IC HBT-00-02G terhadap GND,karena kemungkinan terbakarnya R517 tersebut karena masih terjadi hubungsingkat dijalur 5v tersebut,walhasil benar antara jalur 5V dan GND masih terkonek alias short,ubeg lagi di semua komponen yang berhubungan dengan jalur 5v,ternyata masih ada 1 biang kerok ngumpet di board panel tv di bawah CRT yaitu diode zener D703=5,6v short juga,langsung ganti dengan yang baru dan cek lagi nilai ohm antara jalur 5V dan GND sudah tidak konek lagi,setelah cek ulang sudah tidak ada yang bermasalah persiapan untuk pengetesan dan MAK BYAK..........Tv nyala normal,si R517 pun sudah tidak merokok lagi heheheheh..........OKE SUKSES BUAT SEMUA
Kemarin saya dapet servisan 2 tv Polytron dengan type MX51323 dan MX20323,kedua-duanya sama-sama menggunakan mainboard generasi minimax.Untuk type MX51323 mengalami kerusakan mati total dengan kondisi hanya bagian audio saja yang mendesah,gambar nggak muncul,dan lampu led waktu pertama di nyalakan sangat redup sekali,tapi bila dibiarkan dalam kondisi ON terus selang beberapa puluh menit baru bisa nyala sendiri,sedangkan untuk type MX20323 mengalami kerusakan gambar dan suara normal,tapi selang beberapa puluh menit di nyalakan gambar tiba-tiba hilang seperti kehilangan sinyal dari antenanya(noise semut) dan sesekali kehilangan H.HOLD,tombol panel dan remote pun kehilangan fungsinya alias tak merespon sama sekali.Kerusakan di kedua tv ini berbeda tapi sumber kerusakan adalah sama,untuk type MX51323 diode D522=IN4002 pada bagian regulator 14v dalam keadaan mati,sedangkan type MX20323 D522=IN4002 dalam keadaan setengah short/bocor,setelah penggantian diode tersebut kedua tv pun bisa normal kembali,jangan lupa solder ulang dan reboisasi elco di area ini bagi saya wajib di lakukan hehehehe......
Beberapa hari yang lalu saya dapet servisan tv merk POLYTRON generasi Minimax yang sudah menggunakan DIPE engine type MX52P65L,dengan keluhan tv tidak bisa hidup bertahan lama,setiap 5 sampai 10 menit tv akan kembali ke posisi standby/terprotek,kadang juga susah bila di hidupkan.Seperti biasa terlebih dahulu aku lakukan penyolderan ulang pada bagian regulator,horizontal,dan vertikal,tak lupa cek elco-elco yang nggak beres,seperti C507=10uf/63v yang menggembung,yang kemudian saya ganti dengan 100uf/100v,dan juga beberapa elco pada output regulator 14v nya,dan kemudian saya coba nyalakan tv,akan tetapi permasalahan belum juga teratasi,tv masih tetap kembali ke stanby,hmm....apa lagi yang rusak ya? akhirnya saya hidupkan tv dan saya ukur tegangan protek pada IC programnya yang ternyata terukur hanya 2,4V saja,padahal normalnya sekitar 5V,ya udah saya telusuri aja jalur protek tersebut yang akhirnya menuju ke rangkaian vertikal,di situ ada C415=10uf/50v,sekilas memang masih kelihatan bagus tapi begitu saya lepas,ternyata bocor bagian bawahnya,langsung aja saya ganti elco tersebut,dan saya hidupkan tv,BYAAK...tv pun nggak mati-mati lagi,YES! ALHAMDULILLAH,langsung bayaran he he he,semoga kesuksesan selalu tercurah buat rekan-rekan semua!     
    

Setelah sekian lama vacum tidak mengurus blok ini ,jadi kangen deh sama rekan-rekan seperjuangan.
Job kali ini adalah Polytron diva dengan type PS1427 dengan gejala kerusakkan tv bisa menyala sebentar tetapi cuma beberapa detik saja selanjutnya standby.Secara logika bisa di pastikan bahwa tv dalam kondisi terprotek,tetapi apa yang menjadi biang kerok dari terproteknya tv.Perlu di ketahui rekan semua bahwa tv Polytron ini menggunakan ic tunggal dengan type HBT-00-04G serta ic vertikal STV9302.Setelah diamati jalur protek ada di kaki ic tunggal no 62 disana tegangan hanya terukur kurang lebih 3volt.Setelah ditelusuri jalur yang sangat rumit(ruwet) 62 ternyata terhubung dengan ic vertikal melalui capasitor c402 1uf/50volt.Tegangan setelah elco ternyata hanya sekitar 3voly (pantas aja tv terprotek pikirku) segera saja elco kulepas dan memang sudah bocor kemudian kuganti dengan yang baru.Stelah dilakukan pengukuran voltasenya kini meningkat menjadi 5volt alias normal.Tvpun menyala dengan normal.Puas rasanya bisa menyelesaikan pekerjaan dengan segera

mereset pake code 3101 adalh merk tertentuu jangan asal reset lhooo yaaa 

##Jika direset pake kode 3101, 
maka AV tinggal 1, radio hilang, suara nggak bisa kecil kecuali 0 dan mute dan juga jadi stereo.
Untuk membuat AV jadi 2 dan mono:
• Masuk menu service 1014 ##untuk merubah 0 menjadi 1 pencet volume and yg ingin diganti mana abis itu pencet diremote TULISAN "ANA'" DAN AKAN TERGANTI
• Option0= 01000000 ==>> ubah jadi 00000010
Untuk mengeluarkan menu radio:
• Masuk menu service 1014
• Option3=00010100 ==>> ubah jadi 00010101 (jika datanya tidak sama dengan yg diatas, maka rubah data yg terakhir saja jadi 1)
Untuk mengecilkan suara:
• Masuk menu service 1206 atau 1207 (lupa aku yg mana, coba aja salah satu)
• Cari menu VL1. Ubah datanya jadi 10. MODE OPTION
***** Tv polytron l.cidi*****
set0ption Lang 00000001 01H,
Option5 00011010 1AH
,Option4 00010000 10H,
Option3 00001001 09H,
Option2 00001001 09H,
Option1 10000010 82H,
Option0 00000101 05H.

RE: Tv thomson
tekan tombol +channal-channel+vol-volume ditekan berurutan

*****Polytron DIVA*****
option setting polytron DIVA flat, subwoofer, uC = HBT-00-02G
op0= 0100 1011
op1= 1101 1010
op2= 0110 1001
op3= 0001 1101

*** Polytron DIVA flat, subwoofer + FM radio****
model PS-5225, uC= HBT-00-04G
op0= 0110 0001
op1= 1101 0010
op2= 0000 1001
op3= 0000 1101
op4= 0001 0011
op5= 0000 0000


*****POLYTRON MX 20323T*****

AGC GAIN =26H. U-BLK =08H. HI-AGC=1AH. B-CUT=70.
OPTIONO =01000011. V-BLK =08H. H-SIFT=08. G-CUT=87.
OPTION1 =10011010. BRTS =OOH H-BOW=04. R-CUT=32.
OPTION2=:00001001. Y DELAY =07. H-PARA=06. V-AMPL=32.
OPTION3=:00011100. WB BRI =46H. S-COR=27. V-CENT=24
H-OSD =23H. WB CON =64H. V-LIN=15.
V-OSD =16H. WB COL=32H. B-DRV=64.
V-SHIFT =00H. LO-AGC=19H. G-DRV=46.

POLYTRON DIVA
AGC GAIN 44
OPTION 0 01001011
OPTION 1 01001000
OPTION 2 00011001
OPTION 3 00001101

****polytron mx stv 2286c*****

H-SIHFT/14. APR/7. G-DC/21. R-DC/29. B-GAIN/50. G-GAIN/30. R-GAIN/36. B-CUT/60. G-CUT/60. R-CUT/60. V-AMPL/32. V-SHIFT/6. OPTION0/01011011. OPTION1/10001110. 0PTION2/11000011. OPTION3/00001100. BASS MIX/0. AVL ADJ/0. NTSC FILTER/0. SECAM FILTER/0. Y DELAY STAND/ . AGC/14. IF COARSE/6. IF FINE/152.


*****POLYTRON MX5213****

option 0 01000101 45h 
option 1 10010010 92h 
option 2 00001001 09h 
option 3 00001101 0dh 
option 4 00010000 10h 
option 5 00000000 00h 
option 6 00000001 01h 
tv polytron dengan fasilitas ada radionya

*** POLYTRON MX5203MS*****

OPTION0: 00111010
OPTION1: 10001110
OPTION2: 11000011
OPTION3: 00001100

Default setting
RGB Cut Off: 60
APR: 15
AVL: 0
Bass Mix: 0
Last Cond. Super Bass: ON
Setting surround: 60

- OptionMenu HBM-00-00
masuk ke Factory Mode password 1014
setting default untuk MX5203MS, untuk model yang lain silahkan coba2.

*****Polytron Minimax Flat + FM******

OPTION0: 65h 01100101
OPTION1: C8h 11001000
OPTION2: 19h 00011001
OPTION3: 0Dh 00001101
OPTION4: 13h 00010011
OPTION LANG: 01h 00000001

0= TIDAK TERHUBUNG 
1 = TERHUBUNG

AYO TERIMAKASIH AMA ALLAH SWT KRN DIA SUMBER DARI PENGETAHUAN!!!!

Asimo

Robot legendaris buatan Honda ini merupakan bukti kecanggihan Honda dalam menghadapi perubahan jaman. Robot ini mampu bergerak sempurna menirukan gerakan manusia, dari berjalan, berlari, mengendap- endap, melambaikan tangan, memberi salam, serta mampu melakukan beberapa tugas lain sepeti mengantar minuman, dan lain- lain.

Aibo

Mainan keluaran Sony ini melebihi kemampuan dari sekedar mainan biasa. Robot bebrbentuk anjing kecil ini mampu mengenali lingkungannya, serta menerima perintah lisan dari pemiliknya.

Mobiro

Robot buatan Toyota setinggi 5 feet ini melengkapi robot- robot pemusik dari Toyota. Robot yang memiliki 17 komputer untuk mengendalikan sendi- sendinya ini mampu memainkan biola dengan sempurna.
Ri-Man
Robot yang satu ini memiliki kemampuan uuntuk merawat orang sakit dan orang tua. Robot ini diprogram melakukan gerakan- gerakan lembut untuk mengangkat atau memindahkan pasien, dan hebatnya robot ini mampu menganalisa dan mengenali secara visual, pendengaran, dan bau, bila seseorang mengalami serangan jantung.

HRP-4C

Sebuah robot yang mirip manusia (humanoid) yang difungsikan sebagai model catwalk. Robot berwajah cantik tipe manga ini mampu berjalan dengan lembut dan memberi salam, meski tidak selembut model sesungguhnya.

Hal-5

Sebuah robot berbentuk badan manusia tanpa kaki ini dikembangkan oleh badan antariksa Amerika NASA. Robot yang masih dalam tahap penyempurnaan ini (perkiraan selesai pada September 2010) diharapkan mampu menggantikan fungsi astronot dalam melakukan misi- misi yangberbahaya di luar angkasa.

da Vinci

Sistem operasi yang dilengkapi tangan robotik (4th Arm)  buatan Intuitive Surgical ini bentuknya tidak seindah robot- robot lain, namun jangan tanya kemampuannya. Robot ini mampu menyempurnakan berbagai  prosedur yang dilakukan ahli bedah. Sistem dari robot ini mampu memfilter gerakan- gerakan yangtidak seharusnya, serta mampu memberi analisa terhadap tindakan yang telah dilakukan. Diklam penggunaan alat ini akan mengurangi luka serta, mengurangi risiko operasi, serta mapu menurunkan angka infeksi pasien tidak perlu bersentuhan dengan manusia yang memungkin membawa kuman penyebab infeksi.